Lomba Debat Bahasa Inggris MEDICAMENT 4.0 2026 untuk Pelajar & Mahasiswa
Deadline: 12 Oktober 2026
Lomba Debat Bahasa Inggris MEDICAMENT 4.0 2026 untuk Pelajar & Mahasiswa
Buat kamu para pelajar dan mahasiswa yang jago berargumentasi dalam bahasa Inggris, ada kompetisi menarik yang bisa menjadi ajang untuk mengasah kemampuan debat sekaligus memperluas wawasan di bidang kesehatan. AMSA-Universitas Padjadjaran menyelenggarakan MEDICAMENT 4.0: Medical English Debate Tournament pada tahun 2026.
Kompetisi ini mengajak peserta membahas berbagai persoalan etika, hukum, medis, dan sosial dalam dunia kesehatan melalui sistem debat British Parliamentary. Babak preliminary akan digelar secara online, sedangkan semifinal dan final akan berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
Tema MEDICAMENT 4.0
"ETHICA: Exploring Ethical Perspectives on Human Rights in Healthcare"
Tujuan Kegiatan
- Provide a platform for high school and university students to demonstrate their English debating abilities through evidence-based and respectful discourse.
- Encourage participants to critically explore the ethical, legal, medical, and societal dimensions of the medical field, with an emphasis on balancing individual autonomy and public policy.
- Inspire participants to further develop their critical thinking, public speaking, and argumentation skills.
Persyaratan Peserta
- Follow akun Instagram @kabarlomba_com, TikTok @kabarlomba_com dan Channel Telegram t.me/kabarlomba untuk mendapatkan informasi lomba terbaru
- Participants consist of high school students and pre-clinical or health-related university students from various regions across Indonesia.
- Four teams will compete in each debate round and each team consists of 2 people who fulfill the eligibility criteria.
Timeline
- 24 Agustus - 12 Oktober 2026: Open Registration
- 23 Oktober 2026: Technical Meeting
- 24 Oktober 2026: Preliminary Round (Online)
- 31 Oktober 2026: Semifinal & Final (Offline)
Sistem Perlombaan
MEDICAMENT 4.0 menggunakan British Parliamentary System. Dalam setiap ronde terdapat empat tim yang menempati posisi Opening Government (OG), Opening Opposition (OO), Closing Government (CG), dan Closing Opposition (CO).
- Setiap tim terdiri dari 2 peserta.
- Setiap ruang debat diisi oleh 4 tim.
- Setiap ronde dinilai oleh 3 adjudicator.
- Durasi setiap pidato adalah 7 menit.
- Peserta mendapatkan waktu 15 menit untuk case building.
- Case building dilakukan menggunakan pena dan kertas tanpa perangkat elektronik maupun komunikasi dengan pihak luar.
Tahapan Kompetisi
Kompetisi terdiri atas babak preliminary dan elimination. Pada preliminary, peserta akan mengikuti dua ronde debat. Penentuan tim yang lolos mempertimbangkan perolehan poin tim dan speaker points.
- Peringkat 1 dalam satu ronde mendapatkan 3 poin.
- Peringkat 2 mendapatkan 2 poin.
- Peringkat 3 mendapatkan 1 poin.
- Peringkat 4 tidak mendapatkan poin.
- Empat tim dengan perolehan kumulatif tertinggi akan melaju ke babak semifinal.
- Empat tim terbaik dari semifinal akan melanjutkan kompetisi ke babak final.
Kriteria Penilaian
Penilaian MEDICAMENT 4.0 dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu Matter, Manner, dan Method.
Matter
- Evidence
- Logical Reasoning
- Refutation
Manner
- Presentation
Method
- Argument Development
- Organization
Technical Meeting
Seluruh peserta atau perwakilan tim diwajibkan mengikuti Technical Meeting sebelum pelaksanaan babak preliminary. Technical Meeting akan diselenggarakan secara online, sedangkan tanggal pelaksanaannya masih tercantum sebagai To Be Dated dalam panduan.
Buat kamu yang ingin mengasah kemampuan debat bahasa Inggris, public speaking, critical thinking, dan argumentasi dengan topik seputar dunia kesehatan, MEDICAMENT 4.0 bisa menjadi kompetisi yang menarik untuk diikuti.
Pastikan kamu memahami seluruh mekanisme dan peraturan perlombaan sebelum berkompetisi. Semoga informasi dari KabarLomba.Com ini bermanfaat dan selamat mempersiapkan diri untuk MEDICAMENT 4.0!


Posting Komentar untuk "Lomba Debat Bahasa Inggris MEDICAMENT 4.0 2026 untuk Pelajar & Mahasiswa"